Lokasi : Review >Review: Sepenggal Pulau Dewata di Kota Buaya

Review
Sepenggal Pulau Dewata di Kota Buaya
Diterbitkan pada 9 June 2009 - 01:03 - Christianto
Bali sebagai tempat wisata memang tidak ada matinya. Aneka jenis wisata dapat ditemui, mulai dari wisata alam, belanja, petualangan, sampai budaya termasuk di dalamnya kuliner.

Kuliner khas Bali memang cukup dikenal di mancanegara walaupun tidak terlalu populer bagi wisatawan lokal. Dengan mayoritas warga Bali yang beragama Hindu, salah satu bahan makanan yang umum digunakan dalam kuliner Bali adalah daging babi.

Di Surabaya ternyata tidak terlalu sulit menemukan tempat makan yang menyediakan hidangan khas pulau dewata. Hal ini karena selain cukup banyak warga Bali yang berdomisili di Surabaya, juga karena cita rasa kuliner Bali yang mantap sangat cocok dengan lidah sebagian besar warga Surabaya. Salah satu tempat yang menyediakan hidangan pulau Dewata adalah Warung Bali yang berlokasi di Jalan Memet, kompleks TNI AL Kenjeran persis di sebelah Pura Segara.



Warung Bali hanya menyediakan satu hidangan yaitu Nasi Campur Khas Bali. Namanya saja nasi campur, pasti satu porsi terdiri dari nasi dengan aneka lauk pauk khas bali seperti Lawar (semacam sayur trancam), baik Lawar biasa maupun Lawar merah, Ayam Betutu, Sate Khas Bali, Urutan (sosis khas Bali), Tum (sejenis pepes gaya Bali), Krengsengan Babi dan lain-lain. Rasanya benar-benar mantap karena base magenepnya yang pas dan nikmat.


Yang paling top adalah Urutan. Sangat gurih walaupun sedikit keasinan jika dimakan tanpa nasi. Tapi tekstur crunchy nya itu membuat tidak mampu berhenti untuk selalu menambah.

Terdapat pula hidangan yang juga sangat khas pulau Dewata yaitu Rujak Buah Kuah Pindang. Satu porsinya terdiri dari potongan potongan buah seperti pepaya mengkal, kedodong, timun, nanas, dan bengkuang. Lalu disiram kuah yang terdiri dari campuran terasi, cabai, dan kuah rebusan ikan pindang. Kuah rebusan ini yang memberikan taste yang sangat unik dan lain daripada yang lain. Rasanya pedas, gurih, sedikit manis dengan fishy flavour.


Catatan bagi para SuFoters pada hari Sabtu dan Minggu warung Bali buka lebih pagi dengan lauk lebih lengkap, sehingga jika ingin merasakan semua datanglah pada hari Sabtu atau Minggu pagi.

Dengan lokasi persis di sebelah Pura maka banyak warga bali datang setelah selesai beribadah. Sehingga warung Bali layak disebut sepenggal pulau dewata di kota buaya.

Komentar
Judith
9 June 2009 - 01:18
Rujaknya keliatannya menggoda sekaliiiii
Patrick
15 June 2009 - 06:05
eh eh Jalan Memet, kompleks TNI AL Kenjeran persis di sebelah Pura Segara, itu di mana yach??
dekatnya pantai ria situ bro??

kasi hint dong.. mau nyobain soalnya he3

buka sampe jam brp bro??

trus cost??
harus di coba nih nasi campurnya ^^
Antonio Carlos
15 June 2009 - 12:29
@Patrick: Info lengkap bisa dilihat di dinning guide
Judith
17 June 2009 - 03:05
@Patrick: Kalo tau Gereja Marinus Kenjeran, luruuuuuuuusssss aja ampe mentok, sebelah kiri jalan.
Cerme Lover
19 June 2009 - 05:59
tidak terlihat ada jukut ares yang biasa disajikan dengan babi guling..
Antonio Carlos
29 June 2009 - 01:01
@Cerme: Pak...... ini nasi campur bukan babi guling. Walaupun ada beberapa yang sama seperti lawar dan urutan
aslesa wangpathi pagehgiri
4 November 2009 - 12:26
huaaaa..itu yg difoto lagi makan saya ma adik saya,hehe
kok pas bgt ya??
fanny
13 January 2010 - 03:59
ad yg taw gak di daera SCTV darmo sana...warmob2nya..sala 1 nya trkenal bgt loh~ nasi campur bali cik Ing namanya...

tp ak blm prnh coba yg ini seh..kpn2 de..:P
Patrick
18 January 2010 - 05:09
itu bukan e baliku namanya bro??

di di pura perak jg ada nasi bali lhooo
klo rasa belom bandingin head to head... soalnya udah lama makannya hehehe